Kenali Bentuk Taji Ayam Bangkok Aduan Mematikan

Kenali Bentuk Taji Ayam Bangkok Aduan Mematikan

Bentuk Taji Ayam Bangkok Aduan Mematikan Sama seperti manusia, di setiap bagian tubuh yang ada pada berbagai jenis ayam aduan seperti bangkok tentu memiliki fungsi yang berbeda-beda. Tentu bagian tersebut juga berpengaruh saat ayam sedang ditarungkan didalam arena tarung sabung ayam. Namun bagian tubuh ayam yang paling diperhatikan ada di bagian kaki ayam.

Sebab pada bagian ini adalah bagian utama yang digunakan oleh ayam dalam menciptakan berbagai pukulan-pukulan yang mematikan terhadap tubuh ayam lawannya. Oleh karena itulah, pemahaman tentang kaki ayam bangkok wajib anda miliki sebelum mengambil keputusan untuk mempertemukan ayam jagoan Anda dengan ayam lawan lainnya di arena pertarungan.

Kali ini kami akan membahas secara terperinci tentang elemen taji atau jalu pada kaki ayam bangkok. Pehamaman bagaimana bentuk taji yang mematikan pada ayam penting untuk diketahui sebagai salah satu indikator dalam menilai kemampuan yang dimiliki oleh ayam tersebut di arena laga. Secara umum, banyak penggemar ayam bangkok menyatakan bahwa letak taji atau jalu yang bagus adalah yang tidak jauh dari pangkal jari belakang.

Semakin dekat dengan pangkal jari belakang maka akan semakin bagus pukulan yang dimiliki oleh ayam tersebut. Sedangkan taji yang jauh dari pangkal jari belakang biasanya akan jarang dapat mengenai badan lawannya saat melakukan pukulan.

Selain letak, bentuk taji mematikan juga harus Anda perhatikan. Bentuk-bentuk taji untuk berbagai ayam sering kali dihiraukan, padahal hal tersebut merupakan faktor terbesar yang membuat pukulan seekor ayam menjadi begitu mematikan di atas arena laga. Nah, berikut ini adalah bentuk taji ayam bangkok yang mematikan yang perlu Anda ketahui :

Bentuk Taji Sangket

Bentuk taji sangket hampir sama dengan pedang arab. Taji seperti ini cepat tumbuh dengan panjang. Pangkal taji sedikit di atas pangkal jari belakang. Taji ini akan tumbuh menurun ke belakang yang akan semakin panjang akan membelok ke atas. Bentuk taji seperti ini akan mampu untuk mengoyak dan menusuk tubuh lawannya ketika melakukan pukulan pertama, apalagi jika lawannya sudah terpatuk dan terkunci olehnya.

Ayam seperti ini akan memberikan pukulan kakinya berkali-kali dan biasanya akan langsung mengenai bagian penting tubuh lawannya sehingga lawan akan langsung roboh dan tidak dapat bangun kembali untuk melakukan perlawanan.

Baca Juga : Tata Cara Terbaik Main Judi Sabung Ayam Online

Bentuk Taji Cantel

Sesuai dengan namanya, bentuk taji cantel hampir sama dengan bentuk kait atau pancing. Pertumbuhan taji seperti ini terbilang lambat, sehingga tidak akan dapat tumbuh sepanjang taji sangket. Taji ini akan keluar dari pangkal taji sedikit di atas jari belakang dan ke arah depan meruncing. Taji seperti ini juga akan cepat untuk mengenai sasaran jika melakukan pukulan sehingga termasuk ke dalam bentuk taji yang mematikan.

Bentuk Taji Kumet

Bentuk taji kumet hampir sama dengan butiran biji jagung. Taji seperti ini tidak dapat tumbuh panjang dikarenakan pertumbuhan yang dialami nya terbilang cukup sangat lambat. Akan tetapi, terlihat kurang garang, ayam dengan bentuk taji kumet biasanya akan dapat menciptakan pukulan yang sangat keras terhadap lawannya. Terlebih jika pukulan yang dilakukannya tepat mengenai saraf lawannya otomatis akan langsung KO dalam waktu sekejap saja.

Bentuk Taji Lepek

Ayam dengan bentuk taji lepek sebenernya merupakan ayam yang tidak memiliki taji. Pangkal taji tidak terlihat meskipun si ayam telah terbilang cukup tua. Akan tetapi, ayam seperti ini dipercaya memiliki kekuatan magis saat bertarung. Pukulannya yang akurat dan keras dengan menggunakan kuda-kuda yang tidak terduga. Bentuk taji mematikan yang sangat menakutkan untuk banyak penghobi ayam aduan.

Penjelasan Secara Singkat Mengenai Sejarah Ayam Bangkok

Penjelasan Secara Singkat Mengenai Sejarah Ayam Bangkok

Sejarah Umum Ayam Bangkok Bagi para pecinta sabung ayam tentu dan pasti kalian mengetahui jenis ayam bangkok bukan ? akan tetapi apakah pernah terpikir oleh kalian bagaimana dan seperti apa sejarah mengenai ayam bangkok tersebut ? Berikut ini akan kami bahas sejarah singkat mengenai Ayam Bangkok.

Untuk pertama kalinya Ayam bangkok dikenal dari negara Cina pada 1400 SM. Ayam jago jenis ini selalu saja menjadi andalan dalam kegiatan sabung ayam (adu ayam). Lama-kelamaan kegiatan sabung ayam makin meluas pada pencarian bibit-bibit petarung yang andal. Pada masa itu, bangsa Cina berhasil mengawin silangkan ayam kampung mereka dengan beragam jenis ayam jago dari India, Vietnam, Myanmar, Thailand dan Laos. Para pencari bibit itu berusaha mendapat ayam yang sanggup menahlukan lawannya cuma dengan satu kali tendangan.

Menurut catatan, sekitar seabad lalu, orang-orang Thailand berhasil menemukan jagoan baru yang disebut king’s chicken. Ayam ini punya gerakan cepat, pukulan yang mematikan dan saat bertarung otaknya jalan. Para penyabung ayam dari Cina menyebut ayam ini: leung hang qhao. Kalau di negeri sendiri, ia dikenal sebagai ayam bangkok.

Asal tahu saja, jagoan baru itu sukses menumbangkan hampir semua ayam domestik di Cina. Inilah yang mendorong orang-orang di Cina menjelajahi hutan hanya untuk mencari ayam asli yang akan disilangkan dengan ayam bangkok tadi. Harapannya, ayam silangan ini sanggup menumbangkan keperkasaan jago dari Thailand itu.

Konon, pada era enam puluhan di Laos nongol sebuah strain baru ayam aduan yang sanggup menyaingi kedigdayaan ayam bangkok. Namun setelah terjadi kawin silang yang terus-menerus maka nyaris tak diketahui lagi perbedaan antara ayam aduan dari Laos dengan ayam bangkok dari Thailand.

Di Thailand dan Laos, ada beberapa nama penyabung patut dicatat, seperti Vaj Kub, Xiong Cha Is dan kolonel Ly Xab. Pada 1975, ayam bangkok milik Vaj Kub sempat merajai Nampang, arena adu ayam yang cukup bergengsi di negeri PM Thaksin Sinawatra itu. Ayam yang bernama Bay itu merupakan salah satu hasil tangan dingin Vaj Kub dalam melatih dan mencari bibit ayam aduan yang handal.

Baca Juga : Trik Rahasia Untuk Menebak Angka Pada Roulette

Kedigdayaan ayam-ayam hasil ternakan Vaj Kub berhasil disaingi rekan sejawatnya dari kota Socra, Malaysia. Mereka dari negeri jiran itu mampu menelurkan parent stock atau indukan unggul. Hanya saja, pada generasi berikutn ya, Mr. Thao Chai dari Thailand berhasil menumbangkan dominasi peternak dari Malaysia. Mr. Thao memberi nama jagoan baru itu, Diamond atau Van Phet.

Menurut Iwan, Thailand memang tak perlu diragukan lagi sebagai negara penghasil ayam bangkok unggul. Malahan sektor ini sudah diakui sebagai penambah devisa negeri gajah putih tersebut. Dari Thailand bisnis ayam aduan ini tak hanya merambah kawasan Asia Tenggara saja, namun meluas ke Meksiko, Inggris dan Amerika Serikat.

Ada kebiasaan yang berbeda antara sabung ayam di Thailand dan negara kita. Di Thailand, ayam yang bertarung tak diperbolehkan memakai taji atau jalu. Alhasil, ayam yang diadu itu jarang ada yang sampai mati. Kebalikannya di Indonesia, ayam aduan itu justru dibekali taji yang tajam. Taji justru menjadi senjata pembunuh lawan di arena.

Di Indonesia, hobi mengadu ayam sudah lama dikenal, kira-kira sejak dari zaman Kerajaan Majapahit. Kita juga mengenal beberapa cerita rakyat yang melegenda soal adu ayam ini, seperti cerita Ciung Wanara, Kamandaka dan Cindelaras. Cerita rakyat itu berkaitan erat dengan kisah sejarah dan petuah yang disampaikan secara turun-temurun.

Kota Tuban, Jawa Timur diyakini sebagai kota yang berperan dalam perkembangan ayam aduan. Di sini, ayam bangkok pertama kali diperkenalkan di negara kita. Tak ada keterangan yang bisa menyebutkan perihal siapa yang pertama kali mengintroduksi ayam bangkok dari Thailand.

Sebetulnya, jenis ayam aduan dari dalam negeri (lokal) tak kalah beragam, seperti ayam wareng (Madura) dan ayam kinantan (Sumatra). Namun ayam-ayam itu belum mampu untuk menyaingi kedigdayaan ayam bangkok.